SELAMAT DATANG DI NAGARI 1000 RUMAH GADANG
Moto : Sarantau Sasurambi ( sekawasan sepekarangan )
Kabupaten SOLOK SELATAN dibentuk pada tanggal 7 januari 2004dengan ibu kota Padang Aro, sebelumnya merupakan bagian dari wilayah kabupaten solok. Kabupaten Solok Selatan dibagi atas 7 kecamatan yaitu : kecamatan sangir, kecamatan sungai pagu, kecamatan koto parik gadang diateh, kecamatan pauh duo, kecamatan sangir jujuan, kecamatan sangir balai janggo serta kecamatan sangir batang hari.
SEJARAH
Kabupaten Solok Selatan merupakan buah dari perjuangan panjang yang dimulai
sejak tahun 1950-an yang ditandai dengan diadakannya Konferensi Timbulun. Pada
Konferensi Timbulun saat itu digagas rencana pembentukan sebuah kabupaten
dengan nama Kabupaten Sehilir Batang Hari yang memasukan wilayah Kecamatan
Lembah Gumanti (Alahan Panjang), Pantai Cermin (Surian), Sungai Pagu (Muaro
Labuh) dan Sangir (Lubuk Gadang).
Perjuangan panjang itu baru tercapai setelah disahkannya Undang-Undang Nomor
38 Tahun 2003. Pada 7 Januari 2004 diresmikanlah 24 kabupaten baru di Indonesia
yang tiga di antaranya terdapat di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok Selatan,
Dharmasraya, dan Pasaman barat.
Tiga hari setelah diresmikan, atau pada 10 Januari 2004, Gubernur Sumatera
Barat, melantik Penjabat Bupati Solok Selatan, Drs. Aliman Salim. Dalam
perjalanan satu tahun Kabupaten Solok Selatan, Gubernur Sumatera Barat, H.
Zainal Bakar kembali melantik Marzuki Omar sebagai Penjabat Bupati Solok
Selatan menggantikan Aliman Salim yang sudah habis masa jabatannya. Melalui dua
Penjabat Bupati, daerah pemekaran terus menata dan menjalankan roda pemerintah
hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati baru melalui pemilihan kepala
daerah.
Pada proses demokrasi perdana itu, terpilih pasangan Drs. Syafrizal, M.Si.
dan Drs. Nurfirmanwansyah yang dilantik pada 20 Agustus 2005 oleh Gubernur
Sumatera Barat, di Padang Aro yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten
Solok Selatan.
DEMOGRAFI
Sebagian besar penduduk Kabupaten Solok Selatan adalah beretnis Minangkabau
yang wilayah adatnya terbagi dua, yaitu Alam Surambi Sungai Pagu di bagian barat
dan Rantau XII Koto di bagian
timur. Masyarakat adat Alam Surambi Sungai Pagu
mendiami Lembah Muara Labuh sepanjang aliran
Batang Suliti dan Batang Bangko, masyarakat Rantau XII koto mendiami
daerah sepanjang aliran Batang Sangir.
Di samping dihuni oleh etnis Minangkabau, Kabupaten Solok Selatan juga
dihuni oleh etnis Jawa. Etnis Jawa datang sebagai transmigran seperti di
Nagari Sungai Kunyit dan Dusun Tangah, namun ada juga yang datang bekerja di
sektor perdagangan dan karyawan pabrik.
Pada kawasan ini menjulang tinggi Gunung Krinci +/- 3.805 m diatas permukaan laut yang merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera. gunung ini lebih dari setengahnya berada diwilayah kabupaten solok selatan tepatnya di kecamatan sangir.
WISATA HERRITAGE
Istana Raja Nan Ampek
1. Istano Tuanku Rajo Disambah
2. Istano Rajo Balun
3. Istano Tuanku Rajo Malenggang
4. Istano Tuanku Rajo Batuah
Mesjid 60 Kurang Aso
Nagari pasia talang sungai pagu terdapat sebuah mesjid yang dibangun +/- 200 tahun yang lalu oleh para niniak mamak yang berjumlah 60 orang, namun dalam perjalanannya 1 orang wafat sehingga tinggal 59 orang saja, itu sebabnya disebut 60 kurang aso.
Mesjid ini terletak di kecamatan sungai pagu, mesjid ini menjadi simbol karena dianggap sebagai bangunan pertama di alam surambi sungai pagu. awalnya mesjid ini beratap ijuk dan bertingkat 4 yang melambangkan suku nan ampek, koto ampek serta rajo nan ampek. di belakang mikraj terdapat makam Syeh Mulana Sofie.
Basis Perjuangan PDRI Bidar alam
Ditahun 1949, Nagari Bidar Alam kecamatan sangir jujuan pernah menjadi basis perjuangan / pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Mr. Syafrudin Prawira Negara sebagai ketua PDRI pernah tinggal dan menjalankan pemerintahan di Nagari Bidar Alam selama kurang lebih 3 bulan. dan telah diakui sebagai mata rantai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Galeri Photo
Courtesy : banyak ...
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar